Sederet Tipe Sikap Presiden Jokowi Hadapi Corona sama Lakukan Rapid Test

  • 3 min read
  • Aug 07, 2021

Sederet Fakta Sikap Presiden Jokowi Hadapi Corona dengan Lakukan Rapid Test

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menggelar rapat terbatas yang berhubungan dengan penanganan penyebaran virus corona yang telah mewabah di Indonesia belakangan ini.

1. Ada sejumlah sektor yang diperhatikan oleh Presiden Jokowi kemudian diarahkan untuk para bawahannya agar bisa ditindaklanjuti.

Sederet Fakta Sikap Presiden Jokowi Hadapi Corona dengan Lakukan Rapid Test

2. Kepala BNPB juga diinformasikan bahwa telah memberikan laporan mengenai percepatan penanganan virus corona di Indonesia.

Sederet Fakta Sikap Presiden Jokowi Hadapi Corona dengan Lakukan Rapid Test

3. Rapat terbatas tersebut diketahui juga disiarkan oleh akun resmi YouTube Sekretariat Presiden.

Sederet Fakta Sikap Presiden Jokowi Hadapi Corona dengan Lakukan Rapid Test

4. Adapun mengenai rapat terbtas tersebut digelar secara teleconference.

Sederet Fakta Sikap Presiden Jokowi Hadapi Corona dengan Lakukan Rapid Test

5. Jokowi memberikan arahan untuk bisa melakukan deteksi cepat atau rapid test untuk segenap masyarakat.

Sederet Fakta Sikap Presiden Jokowi Hadapi Corona dengan Lakukan Rapid Test

6. Jokowi akan mengerahkan rumah sakit pemerintah, BUMB, Pemda, TNI, Polri, swasta hingga lembaga riset dan pendidikan tinggi yang mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan.

Sederet Fakta Sikap Presiden Jokowi Hadapi Corona dengan Lakukan Rapid Test

Arahan Presiden Jokowi mengenai Virus Corona

Sederet Fakta Sikap Presiden Jokowi Hadapi Corona dengan Lakukan Rapid Test

Berikut ini merupakan arahan lengkap dari Presiden Jokowi dalam rapat terbatas tersebut:

Pagi hari ini kita ingin mendengarkan laporan mengenai percepatan penanganan virus Corona (COVID-19) yang dipimpin oleh Kepala BNPB, tapi sebelumnya saya ingin menekankan beberapa hal yang penting.

Yang pertama, prioritas kita adalah mencegah penyebaran COVID-19 lebih luas lagi, oleh sebab itu penting untuk dilakukan yaitu mengurangi mobilitas orang dari satu tempat ke tempat yang lain. Kita terus menggencarkan sosialisasi untuk menjaga jarak, social distancing, dan mengurangi kerumunan yang membawa risiko penularan COVID-19.

Tiga hal ini penting terus kita ulang-ulang, sekali lagi, mengurangi mobilitas dari satu tempat ke tempat yang lain, yang kedua, menjaga jarak, yang ketiga, mengurangi kerumunan yang membawa risiko penyebaran COVID-19.

Karena itu kebijakan belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan beribadah di rumah betul-betul harus kita sampaikan terus sehingga bisa dijalankan secara efektif tetapi juga kita harus tahu juga bahwa yang tidak bekerja di rumah tentu saja tetap bekerja di lapangan dan bekerja di kantor dengan tetap saling menjaga jarak.

Kebijakan belajar di rumah, kebijakan bekerja di rumah, kebijakan beribadah di rumah, jangan sampai kebijakan ini dilihat sebagai sebuah kesempatan untuk liburan. Saya lihat satu minggu kemarin di Pantai Carita, di Puncak, lebih ramai dari biasanya sehingga hal ini akan memunculkan keramaian yang berisiko memperluas penyebaran COVID-19.

Saya juga minta diterapkan secara ketat menjaga jarak, social distancing, di area-area publik termasuk di dalam transportasi publik seperti di bandara, di pelabuhan, di stasiun kereta api, di stasiun bus, untuk mencegah penularan COVID-19.

Selain itu saya minta juga gugus tugas untuk mengajak lembaga-lembaga keagamaan, tokoh-tokoh agama untuk bersama-sama mencegah potensi penyebaran COVID-19 di kegiatan-kegiatan keagamaan.

Kita harus mengevaluasi penyelenggaraan acara keagamaan yang melibatkan banyak orang.

Sehingga yang kedua, segera lakukan rapid test, tes cepat dengan cakupan yang lebih besar agar deteksi dini kemungkinan indikasi seorang terpapar COVID-19 bisa kita lakukan.

Saya minta alat rapid tes terus diperbanyak, juga memperbanyak tempat-tempat untuk melakukan tes dan melibatkan rumah sakit baik pemerintah, milik BUMN, Pemda, rumah sakit milik TNI dan Polri dan swasta dan lembaga riset dan pendidikan tinggi yang mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan.

Yang ketiga penyiapan protokol kesehatan yang alurnya jelas, sederhana, dan mudah dipahami. Itu penting sekali. Terkait dengan hasil rapid test ini apakah dengan karantina mandiri, self isolation, ataupun memerlukan layanan rumah sakit, protokol kesehatan ini dijelaskan.

Yang keempat, menyiapkan rencana konvergensi kesiapan layanan rumah sakit baik rumah sakit rujukan yang sudah ditetapkan, juga mobilisasi rumah sakit yang lain, baik milik BUMN, TNI/Polri, rumah sakit swasta, dan juga rumah sakit darurat apabila diperlukan.

Dan juga diperlukan juga bisa memanfaatkan Wisma Atlet di Kemayoran, ini kapasitasnya cukup besar, kalau nggak keliru 15 ribu dan hotel BUMN yang juga bisa dipakai.

Kemudian juga rencana konvergensi ini juga harus kita siapkan sampai ke bawah termasuk percepatan pembangunan rumah sakit di Pulau Galang di Kepulauan Riau.

Yang kelima, saya ingin perlindungan maksimal kepada para dokter, tenaga medis, dan jajaran di rumah sakit yang melayani pasien yang terinfeksi COVID-19, pastikan bahwa ketersediaan alat pelindung diri APD, karena mereka berada di garis terdepan sehingga petugas kesehatan harus terlindung dan tidak terpapar oleh COVID-19.

Termasuk juga saya minta Menteri Keuangan ini juga pemberian intensif bagi para dokter, perawat, dan jajaran rumah sakit yang bergerak dalam penanganan COVID-19 ini.

Yang keenam, saya minta kebutuhan alat-alat kesehatan seperti masker, hand sanitizer, dipastikan tersedia, kita untuk ekspor masker dan alat-alat kesehatan yang diberikan untuk ini lebih baik disetop terlebih dulu, pastikan terlebih dahulu stok dalam negeri cukup.

Kemudian juga ketersediaan bahan baku untuk produksi alat-alat kesehatan yang diperlukan dalam menghadapi situasi ini

Yang terakhir saya minta dipastikan ketersediaan dan stabilitas harga barang-barang kebutuhan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat. Saya kemarin sudah cek di Bulog, stok kita lebih dari cukup, kemudian saya kira Maret ini banyak daerah mulai panen raya, April juga masih panen raya sehingga penyerapan oleh Bulog juga agar diatur, saya juga minta Menko Perekonomian dan kementerian terkait segera menjalankan kebijakan insentif ekonomi utamanya bagi pelaku usaha lebih khusus lagi pelaku UMKM yang terkena dampak ekonomi penyebaran COVID-19.

Walaupun ada kebijakan pengurangan interaksi saya minta pelaku usaha, pelaku UMKM bisa memaksimalkan penggunaan pelayanan secara online.

Saya rasa itu sebagai pengantar yang bisa saya sampaikan.

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *