Menu
Moto situs Anda bisa diletakkan di sini

Klarifikasi Gatot Nurmantyo pertanyaan Unggahannya di Instagram yang Viral di Sosmed

  • Bagikan

Update Untuk Postingan Klarifikasi Gatot Nurmantyo pertanyaan Unggahannya di Instagram yang Viral di Sosmed dimana Pada Klarifikasi Gatot Nurmantyo pertanyaan Unggahannya di Instagram yang Viral di Sosmed seam52 akan membahas seputar Klarifikasi Gatot Nurmantyo pertanyaan Unggahannya di Instagram yang Viral di Sosmed.

Klarifikasi Gatot Nurmantyo soal Unggahannya di Instagram yang Viral di Sosmed

Setelah unggahannya menjadi viral di sosial media, Gatot Nurmantyo pada akhirnya membuat klarifikasi di instagram mengenai maksud dari postingannya tersebut.

1. Sebelumnya Gatot mengakui bahwa telah mengunggah keresahannya mengenai penyebaran virus corona.

Klarifikasi Gatot Nurmantyo soal Unggahannya di Instagram yang Viral di Sosmed

2. Gatot berharap untuk postingannya tidak disalah artikan oleh masyarakat terutama netizen yang aktif di sosial media.

Klarifikasi Gatot Nurmantyo soal Unggahannya di Instagram yang Viral di Sosmed

3. Ia menuturkan bahwa hanya menginginkan untuk stigma masjid sebagai penularan virus corona tidak boleh terjadi.

Klarifikasi Gatot Nurmantyo soal Unggahannya di Instagram yang Viral di Sosmed

4. Gatot juga seperti melontarkan kritik terhadap pemerintah yang belum melakukan penutupan terhadap sarana-sarana umum.

Klarifikasi Gatot Nurmantyo soal Unggahannya di Instagram yang Viral di Sosmed

5. Dalam klarifikasinya, Gatot juga menuturkan bahwa dirinya akan mengikuti fatwa dari para ulama.

Klarifikasi Gatot Nurmantyo soal Unggahannya di Instagram yang Viral di Sosmed

Klarifikasi Gatot Nurmantyo

Berikut ini adalah klarifikasi lengkap Gatot Nurmantyo di instagram:

2 hari lalu melalui akun instagram @nurmantyo_gatot, saya memposting keresahan saya beberapa saat terakhir ini terkait wabah covid-19 yg sedang kita hadapi bersama.

Tanpa menunggu lama unggahan tersebut mendapatkan banyak respon yg beragam mulai yg like sampai dengan yang menentangnya.

Untuk tidak semakin disalah artikan lebih jauh, saya ingin menjelaskan bbrp hal terkait unggahan saya tsb.

1. Pertama, untuk digarisbawahi pernyataan pada unggahan dimaksud, terutama kalimat : “…Mereka beramai-ramai menggaungkan phobia dengan Masjid. Seakan-akan Masjid sebagai sumber penularan covid-19??”. Ajakan sy untuk tetap memakmurkan masjid semata *ingin mencegah potensi berkembangnya stigma masjid sebagai pusat penyebaran covid-19*, di tengah TIDAK adanya gaung ajakan serupa dari kalangan gereja, vihara, pura, klenteng dan tempat ibadah lainnya.

2. Kedua, Hal ini juga dilandasi fakta bahwa pemerintah belum melarang kegiatan masyarakat di mall, tempat hiburan dan sarana publik lain, yang dalam pemahaman saya berarti secara umum pemerintah masih dapat sepenuhnya menggendalikan penyebaran covid-19 di tanah air.

3. Ketiga, masih dalam pemahaman saya, jika masjid yang pada umumnya orang datang untuk beribadah dalam kondisi bersih, membuka alas kaki dan berwudhu, dhi pd kondisi normal dengan membasuh menggunakan air bersih pada bagian tubuh yang diwajibkan saja sudah dihimbau untuk tidak dilakukan, apalagi MESTINYA di tempat-tempat yang jelas-jelas untuk masuk sama sekali tidak diatur kebersihannya.

4. Keempat, saya ini seorang Santri dan harus patuh taat pada ulama , maka Saya sangat meyakini bahwa himbauan saya tersebut sama sekali tidak bertentangan dengan Fatwa Majelis Ulama, No 14 Tahun 2020, tanggal 16 Maret 2020, tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi terjadi wabah Covid-19, yang dalam pasal-pasalnya mengatur ibadah bagi umat yang sudah sakit dan yang masih sehat, serta (baca dan perhatikan fatwa pasal 4 dan 5) bagaimana beribadah dalam kondisi penyebaran Covid-19 TIDAK TERKENDALI dan dalam kondisi penyebaran Covid-19 TERKENDALI. Sangat jelas di fatwa ini kapan beribadah di masjid menjadi haram hukumnya dan kapan tetap menjadi kewajiban umat Islam.

5. Kelima, Manakala pada suatu ketika Pemerintah secara resmi telah melarang (menutup) kegiatan di sarana-sarana umum seperti mall , tempat sarana publik lainya dan tempat-tempat hiburan, yang berarti kondisi penyebaran wabah tidak terkendali lagi sbgmn tersebut diatur dalam pasal 4 Fatwa MUI diatas, TENTU saya tidak akan lagi menghimbau kegiatan ibadah di masjid tetapi justru sebaliknya menghimbau agar tdk beribadah di mesjid . Dalam kaitan itu saya akan menyarankan kepada Pemerintah untuk segera menutup sarana publik seperti tempat hiburan guna mencegah makin tidak terkendalinya penyebaran wabah covid-19.

Terima kasih semoga kita bersatu bergotong royong bersama pemerintah dan dengan Lindungan Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa mampu melawan dan mengendalikan serta serta meniadakan covid -19. Amiin YRA?

Info Tambahan Download Drama Korea Sub indo :

Cek Download Drama Korea Sub indo

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *